15/04/13

Anak Pemalas



         Dikisahkan, sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab. Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, "Aaaah Ibu. Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi." Demikian pula jika diminta untukmembantu membersih kan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan
anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian.
        Merekapun kemudian berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak, Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, "Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?" Sambil tersenyum si ayah menjawab, "Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?"Demikian pula saat sarapan pagi,
dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, "Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah." "Untuk apa makan? Toh nanti laparlagi?" jawab si ibu tenang. Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya.
        Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata,
"Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus
begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti." Si anak menganggukkan kepala, "Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi."

Motivasi



1.      Definisi Motivasi        
Apa sebenarnya motivasi itu? Kata motivasi berasal dari akar kata "motive" atau "motiwum" yang berarti 'a moving cause' yang berhubungan dengan 'inner drive, impulse, intension'. Kata "motive" atau "motif" ini bila berkembang menjadi motivasi, artinya menjadi 'sedang digerakkan atau telah digerakkan oleh sesuatu, dan apa yang menggerakkan itu terwujud dalam tindakan'.
Menyoroti istilah motivasi dari sumber yang memberikan dorongan, maka dapat ditemukan bahwa sumber dorongan itu bisa datang dari dalam atau dari sesuatu yang menggerakkan keinginan dari luar. Sumber penggerak motivasi yang berasal dari dalam cenderung beranjak dari kebiasaan individu (yang telah berkembang secara kompleks), sedangkan motivasi yang sumber penggeraknya datang dari luar selalu disertai oleh persetujuan, kemauan, dan kehendak individu. Dilihat dari segi etika, motif didefinisikan sebagai pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang menjadi penyebab seseorang melakukan suatu tindakan. Motivasi di sini berarti dorongan yang menggerakkan serta mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan apa yang dikehendakinya, tertuju kepada tujuan yang diinginkannya.
Dengan demikian, motivasi ialah kekuatan yang mendorong untuk bertindak atau dorongan oleh kekuatan dari dalam ataupun dari luar (yang dilakukan dengan mendorong atau menarik). Motivasi jelas datang dari pelbagai macam sumber. Motivasi dapat digerakkan oleh kebutuhan (yang kompleks) seseorang, ataupun dorongan dari seorang motivator yang memberi pengaruh motivasi kepada orang lain.

2.      SUMBER MOTIVASI BAGI KETERLIBATAN DALAM TUGAS
Seorang pemimpin dapat melibatkan orang-orang yang dipimpinnya dengan menciptakan kondisi yang mendorong motivasi para karyawan.
a.      Motivasi dapat dikembangkan dengan menemukan kebutuhan (bawahan) yang bersifat fisik, keamanan, mental, psikologi, sosial, dan ekonomi dalam lingkungan kerja dan menciptakan kondisi bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Faktor kebutuhan dapat menjadi motivasi yang mampu mendorong para bawahan untuk bekerja.
b.      Motivasi dapat dikembangkan dengan menciptakan suatu keinginan untuk bekerja keras/giat, berprestasi dan sukses. Keinginan untuk bekerja keras, berprestasi, dan sukses dapat didorong dengan memberikan tantangan sugestif yang memberi motivasi untuk bertindak.

3.      DASAR PENGEMBANGAN MOTIVASI
Seorang pemimpin yang bijak dapat mengembangkan motivasi para karyawannya dengan dasar-dasarberikut ini.
a.      Perlu ada sasaran (target) pencapaian kerja yang jelas bagi setiap individu dalam setiap unit kerja.
b.      Doronglah setiap orang untuk mencintai tugas dan dorong pula mereka untuk mengembangkan keinginan kuat untuk mencapai sasaran (target) kerja (sukses).
c.       Jelaskanlah secara rinci dan terang manfaat pencapaian sasaran (target) kerja untuk pribadi, kelompok dan organisasi, serta imbalan yang akan diperoleh setiap individu yang bekerja dengan baik.
d.      Doronglah/kembangkanlah sikap kebanggaan akan pekerjaan dan setiap hasil (kesuksesan) yang dicapai dalam pelaksanaan kerja. Ajarlah setiap bawahan untuk belajar bersyukur atas hasil kerja yang mereka capai.
e.      Ciptakanlah kondisi, peluang, dan keinginan untuk menyenangi serta menikmati lingkungan kerja bagi setiap individu.
f.        Ciptakan dan gerakkanlah keinginan kuat dari setiap individu untuk berorientasi kepada prestasi serta keberhasilan kerja.

Motivasi dalam kepemimpinan dimaksudkan untuk memberikan dorongan bagi setiap karyawan guna terlibat dalam kerja secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun, mendorong, serta mendukung semangat dan moral dengan gaya positif (untuk menghindari manipulasi). Pemimpin perlu memberikan dorongan agar orang-orang yang dipimpinnya belajar menghargai pekerjaan dan bersyukur untuk setiap hasil kerja yang dicapainya. Mereka harus disadarkan, bahwa berprestasi dalam pekerjaan justru menaikkan harga diri mereka. Mereka juga perlu diberi dorongan untuk bekerja aktif yang dilakukan dengan sukacita, sehingga membawa manfaat positif serta nilai lebih bagi diri, pemimpin, organisasi, serta lingkungan kerja.

4.      LIMA KISI MOTIVASI
Pada dasarnya, motivasi dilakukan dengan mengadakan sentuhan-sentuhan manusiawi yang menyentuh personalitas setiap individu. Motivasi dapat dilakukan dengan cara berikut.
a.       Motivasi melalui sentuhan tubuh
Manusia adalah makhluk yang "complex unity", yang meliputi roh, jiwa, dan tubuh. Tubuh sebagai bagian yang riil dari manusia, berhubungan dengan roh serta jiwanya secara integral. Roh serta jiwa manusia dapat dipuaskan dengan jalan sentuhan tubuh. Sentuhan tubuh dapat dilakukan dengan tersenyum, berjabat tangan, menepuk bahu, dsb., yang dilakukan dengan penuh kesopanan serta penghargaan kepada pegawai yang harus dilihat sebagai subyek.Kebutuhan fisik berhubungan erat dengan kebutuhan roh serta jiwa. Hubungan erat ini menyebabkan adanya hubungan pemenuhan kebutuhan yang utuh. Apabila tubuh diberi sentuhan sebagai tanda hormat, pujian, dan dukungan, maka akan ada respons kepuasan roh serta jiwa. Sentuhan-sentuhan ini dengan sendirinya akan memberi dorongan kuat (motivasi) untuk "menjadi lebih baik", sehingga tergerak untuk lebih aktif dan maju.

b.       Motivasi melalui sentuhan rohani
Motivasi melalui sentuhan rohani ialah motivasi yang menyentuh kisi moral. Motivasi ini berkaitan dengan pengembangan "integritas serta komitmen". Di sini para pegawai ditolong untuk memberikan tempat kepada faktor rohani, agar mereka memiliki prioritas tinggi dalam motivasi. Kepuasan rohani akan membawa kestabilan moral terhadap integritas terhadap diri,  integritas rohani, integritas sosial, integritas ekonomi, dan integritas kerja yang tetap serta ditandai oleh komitmen yang pasti. Sentuhan rohani dapat dilakukan dengan memberikan nasihat/ ajaran moral/hikmat, dsb., yang memberi dorongan untuk mempertebal rasa/keinginan moral untuk menjadi lebih baik, lebih setia, lebih jujur, lebih aktif/giat, lebih bertanggung jawab, dsb.,dalam melakukan tugas.
c.        Motivasi melalui sentuhan psikologi
Pemimpin dapat membuat gerakan motivasi dengan sentuhan psikologis kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sentuhan psikologis dapat berupa pujian (praising} atau teguran (reprimend), sesuai dengan kondisi langsung yang ditemukan pemimpin pada setiap pegawainya. Motivasi psikologis yang diberikan dengan tulus akan memberi dorongan yang kuat bagi para karyawan untuk bergerak maju, memperbaiki diri dan bekerja dengan lebih baik (bekerja semakin efektif, efisien, dalam hubungan manusia/organisasi yang sehat).
d.       Motivasi sukses
Motivasi sukses berhubungan dengan prestasi sosial atau imbalan ekonomi, dsb. Motivasi sukses dapat diwujudkan dalam bentuk kenaikan pangkat/promosi sebagai tanda prestasi, dan imbalan lebih yang dapat menjawab kebutuhan ekonomi serta penghargaan sosial lain. Apabila dilakukan dengan bijak, motivasi sukses ini akan memberi dorongan yang kuat untuk bekerja dengan lebih giat/bersemangat, yang akan membawa hasil lebih dalam bekerja.
e.       Motivasi diri
Motivasi diri atau "self motivation" adalah upaya membangunkan semangat diri dengan sugesti diri secara positif. Sugesti diri secara positif dapat dikembangkan dengan cara terus-menerus mengembangkan sikap positif, pilihan-pilihan positif, dan keputusan positif yang membangun diri dan orang lain. Motivasi diri bertujuan menjaga kestabilan sikap serta tekad untuk terus majudan berprestasi. Motivasi diri seperti ini akan meredam gejolak-gejolak negatif dalam diri serta memberi kekuatan ganda menghadapi krisis hidup. Motivasi diri memberi tanda kematangan dan membangun tekad untuk bertahan serta maju/sukses.

5.      MEMASTIKAN MOTIVASI DALAM KEWENANGAN KEPEMIMPINAN
Setiap pemimpin dengan kewenangan kepemimpinan yang ada padanya dapat memastikan bahwa ia dapat memberi motivasi bagi para karyawannya, yaitu dengan memberikan sentuhan serta dorongan yang pasti terhadap setiap karyawannya. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan berikut ini.
a.       Buatlah sasaran (target) kerja yang dapat dicapai oleh setiap individu/kelompok dengan menolong/mengarahkan mereka untuk mewujudkan usaha kerja yang memadai dan lebih baik daripada yang telah dilakukan.
b.      Organisasikanlah pekerjaan dan tempatkanlah setiap individu pada tugas yang tepat (dan bimbinglah mereka dalam doa). Berikan keyakinan, bahwa upaya kerja dari setiap individu akan berhasil dengan baik.
c.        Tambahkanlah beban kerja pada setiap individu yang disesuaikan dengan tambahan kemampuan kerja yang dibutuhkan dalam proses kerja di setiap tugas.
d.       Pastikanlah bahwa setiap orang bekerja dalam batas maksimum kekuatan yang ada padanya, bukan melebihi batas kekuatan yang wajar.
e.       Libatkanlah semua orang dalam pekerjaan secara emosi, mental, rohani, dan fisik dengan memberikan dorongan dalam bidang berikut.
·         Tetapkan tujuan bersama yang disepakati, dipahami, dan diketahui dengan jelas oleh setiap individu.
·         Libatkanlah setiap orang dalam upaya pencapaian tujuan dengan mencari metodologi pelaksanaan kerja yang relevan untuk dipakai.
·         Delegasikan tugas kepada setiap individu dengan penuh dan jelas.
·         Libatkanlah setiap anggota dalam membuat keputusan, sehingga mereka merasa memiliki keputusan tersebut.\
·         Bagilah kemenangan atau kekalahan yang dialami kepada setiap/semua anggota kelompok untuk dinikmati/ditanggung bersama.
·         Kembangkanlah sistem motivasi jangka pendek untuk diterapkan setiap saat.
·         Tunjukkanlah kepada setiap pegawai, bahwa Anda memahami dan memerhatikan kebutuhan mereka.
·         Kembangkanlah motivasi jangka panjang, dengan menunjukan bahwa akan ada kemenangan akhir yang akan dinikmati bersama.
·          
6.      TINDAKAN PEMASTIAN BAGI KEBERHASILAN MOTIVASI
Pemimpin yang tegas dan tekun akan memberi motivasi kepada para karyawannya, agar dapat mengambil langkah pemastian keberhasilan motivasi, seperti di bawah ini.
a.       Pilihlah dan tetapkanlah untuk menang secara bersama yang dilakukan dengan sikap mental positif yang membangun.
b.      Masuklah dengan pasti dalam perang melalui doa dengan keyakinan, bahwa akan ada kemenangan yang akan dicapai bersama.
c.       Bersiaplah untuk membayar harga kemenangan dengan bekerja baik (efektif, efisien dalam hubungan organisasi yang sehat) dan bekerja keras secara konsisten.
d.      Usahakanlah untuk terus menginterpretasi hidup dan proses kerja dari kaca mata kemenangan, karena kegagalan pun dapat diterima sebagai kemenangan yang tertunda. Dengan mengingat kepentingan motivasi seperti telah disinggung di atas, setiap pemimpin yang ingin maju dan berhasil harus belajar serta bersungguh-sungguh menerapkannya dalam kepemimpinan, yang pada akhirnya akan menjamin keberhasilan dirinya sebagai pemimpin.


14/04/13

Kehidupan


Seorang Mahasiswa sedang beristirahat siang di sebuah kantin. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya. ”Mas beli bunga Mas.” ”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar Mahasiswa itu tetap sibuk dengan laptopnya. ”Satu saja Mas, kan bunganya bisa untuk kekasih atau pacar Mas,” rayu si gadis kecil. Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si mahasiswa berkata, ”Adik kecil tidak melihat Mas sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Mas butuh Mas akan beli bunga dari kamu.” Mendengar ucapan si mahasiswa, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kantin itu.
Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si mahasiswa segera beranjak dari kantin itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Mas, sekarang beli bunga ini dong Mas, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si mahasiswa mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. ”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Mas tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si mahasiswa sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Mahasiswa itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Mas, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.” Mahasiswa itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si mahasiswa itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu. Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan. 

Sukses



Kuliah yang terlihat amat serius
Di sebuah Universitas, seorang Dosen mendapat pertanyaan dari salah seorang Mahasiswanya yang paling kritis. “Dosen, apakah kami semua nanti bisa sukses?” Sang Dosen tersenyum mendengar pertanyaan itu. Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. “Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Semua Mahasiswa berebutan mengacungkan tangannya.  Tiba-tiba, sang Dosen melipat-lipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, ”Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Walaupun merasa heran dengan kelakuan Dosennya, Mahasiswa-Mahasiswa tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak ”Saya..saya..saya..” Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu. Melihat antusiasme Mahasiswanya, sang Dosen kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan dan kotor. Mendapati Dosennya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian Mahasiswa melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang Dosen menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Dosen pun kembali bertanya, ”Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?” Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu Dosen, masih banyak Mahasiswa yang antusias mendapatkan uang tersebut. ”Aku Dosen..aku..”Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal dan bau?” ”Jelek itu kan hanya bentuknya saja Dosen. Tetapi saja uang itu nilainya seratus ribu,” jawab Mahasiswa-Mahasiswa yang tetap antusias meminta Dosennya memberikan uang itu. Sang Dosen pun kemudian berujar, ”Kalian benar. 
Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya. Nah, jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan. 
Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak. Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri, dengan keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti kalian dapatkan.” Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak saya, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka. Karena itu, seberat apapun perjuangan yang kita lakukan, seganas apapun padang Dosenn yang kita harus lewati, setinggi apapun gunung yang akan kita daki, seluas apapun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat ”Success is my right!” Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri Anda. Perjuangkan!!!  


Loyalitas



          Seorang pemuda anggota UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebuah Universitas sering mengeluhkan tentang karir di devisinya. Ia merasakan bahwa setiap kali bekerja, tidak mendapatkan kepuasan. Karirnya sulit naik, hasil yang didapat pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu ia pun sering berpindah-pindah ke sesama UKM di Universitas lain untuk mencari pengalaman dan mengambil ilmu yang baik dari sistem-sistem kegiatan mereka. Ia berharap, dengan cara itu ia bisa memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang memberikannnya kepuasan, dari segi karir, maupun hasil kerjanya.
         Setelah sekian lama ia berganti mengunjungi dari tempat satu ketempat yang lainnya, bukannya kepuasan yang ia dapat, namun justru sering muncul penyesalan. Setiap kali pergi ke Universitas lain untuk menggeluti UKM yang sedang ia usahakan untuk dikembangkan, ia merasa menjumpai banyak kendala. 
           
Dan begitu seterusnya. Suatu ketika, pemuda itu berjumpa dengan kawan lamanya. Kawan lama itu menduduki posisi ketua di sebuah UKM Universitas yang bisa dikatakan maju. Pemuda itu pun lantas bertanya, bagaimana caranya si kawan bisa mengembangkan UKM dengan waktu yang relative cepat. Tanya si pemuda penasaran. Kawan lamanya itu hanya tersenyum. Ia tahu, si pemuda curiga padanya bahwa posisi dan keberhasilan saat ini dikarenakan faktor koneksi. Aku dekat dengan semua anggota di UKMku. Bahkan, sebenarnya aku berhubungan dekat dengan semua anggota UKM yang ada di Universitas ini, baik dari yang paling bawah sampai paling atas. Kamu curiga ya? Aku bernepotisme karena bisa memajukan sebuak kegiatan mahasiswa dengan waktu yang relatif cepat?" Dengan malu, pemuda itu segera meminta maaf, "Bukan itu maksud aku. Aku sebenarnya kagum dengan kamu. Masih seusia aku, tapi punya prestasi yang luar biasa." Setelah menceritakan keadaannya sendiri, si pemuda kembali bertanya, “Kawan, apa sih sebenarnya rahasia sukses kamu?” Dengan tersenyum bijak si kawan menjawab, "Aku tak punya rahasia apapun. Yang kulakukan adalah mengaktualisasikan diriku atau fokus pada kekuatan yang aku punyai, dan berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang aku miliki. Itu saja yang kulakukan. Mudahkan?" "Maksudmu bagaimana?" "Aku pun sebenarnya pernah mengalami hal yang sama denganmu, merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada dan juga tak bisa naik jabatan. Namun, suatu ketika, aku menemukan bahwa ternyata aku punya kemampuan lebih di bidang pemasaran. Maka, aku pun mencoba untuk fokus di bidang pemasaran. Aku menikmati bertemu dengan banyak orang. Selain itu, aku pun mencoba terus belajar untuk mengusir kejenuhan pada pekerjaan. Dan, inilah yang aku dapatkan.”

13/04/13

perasaanku dihari ini

         Kamu cantik bak bunga mawar yang sedang mekar, indah, harum menggoda diriku untuk memetikmu. Tak ada alasan aku untuk menyembunyikan apa yang aku rasakan, sebisa mungkin aku akan unkapkan biarpun kamu bosan mendengar itu, namun itulah caraku untuk bisa melepas rinduku padamu. Bingung memang saat kamu tanya "kenapa kamu mencintaiKu???" tapi...itulah cinta, hal yang bisa dikatakan "Ghaib"... tak terjawabkan olehku kenapa aku bisa cinta sama kamu, tapi yang jelas perasaanku ini memang aku rasakan dan benar adanya.
         Aku memang belum bisa menjadi apa yang kamu inginkan, masih banyak kekurangan-kekuranganku yang tidak sedikit yang perlu aku rubah, dan demi kamu aku akan berusaha semampuku untuk jadi diriku sendiri, menjadi kodratku yang baik, menjadi diriku yang kamu idamkan, ingat janjiku !!!
        Tapi kadang aku berpikir apa benar kamu sayang sama aku ???, sikapmu yang selalu seperti itu, perhatianmu yang kadang memudar, pengertianmu yang kadang luntur, bahkan sering kali kamu tertawa  bahagia disaat aku terpuruk, disaat aku butuh motivasi, padahal kamu tahu apa yang sedang aku alami, sadarkah dirimu sesungguhnya aku SAKIT.......!!!!!!
           Yaaaaaa aku sadari memang, mungkin apa yang kamu pikirkan gak sampai ke arah itu, belum bisa mengerti apa yang aku maksud, keinginanku, dan yang aku rasakan, sifat ke-kanak-kanakanmu  masih belum bisa hilang biarpun umurmu sudah berjalan kepala 2, biarlah waktu yang memberitahukan padamu  saat seperti apa dan bagaimana  kamu harus bersikap saat orang lain sedang berkabung/bingung atau bahasa kerennya "GALAU".  
           Kadang aku bingung juga apa yang kurasakan harus benci kah atau aku harus sabar dengan keadaan ini, dengan kenyataan yang terjadi saat ini. Jika aku harus benci sama kamu, kamu mungkin bingung dan gak mau menerima apa yang aku ungkapkan karena apa yang kamu pikirkan belum sampai kepada apa yang aku pikirkan, tapi jika aku harus sabar berarti aku membohongi diriku sendiri, memaksa diriku untuk merasakan apa yang gak aku rasakan/ harus trus menutupi dan menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya padamu. Hmmmmmmm cinta emang bikin buta, selalu jadi alasan untuk aku tidak membenci dirinya..
           Maaf hari ini aku memang lagi ndiemin kamu, gak bales telponmu dan gak angkat smsmu, eeeeeee kebali yak ...hehehhee maksudku gak bales smsmu dan gak angkat telponmu, karena mungkin teramat emosinya aku yang disaat ini lagi galau gak tau mau melangkah kemana dan mau bagaimana, malah kamu tinggal seneng-senang sama kawan-kawanmu karauke_an, sebenernya aku mau bilang sama kamu tetntang perasaanku ini tapi aku hormati kesibukanmu, aku hormati aktivitasmu yang amat padat (walau gak tau apa hasilnya), aku hanya bisa diam saja melihatmu yang seperti itu padaku.
           Hadeeeeegh.......sedihnya diriku ini....yaaaa TUHANku yang maha agung, maha berkehendak, maha pengampun, ampuni hambamu ini dari segala dosa-dosaku dimasa lalu sekarang dan akan datang, bukakanlah pikiran si dia yang aku sayangi untuk bisa lebih berpikir selayaknya dia punya umur, dan berilah kekuatan untukku agar bisa lebih baik dan berilah kesabaran padaku untuk bisa jalanin hidupku, untuk bisa menjalani ujian-ujianMu. amiiiiiin
           Bissmillaahirrohmaanirrohiiim.............
    

08/04/13

Apapun


Letter for my dear

        Apapun yang kamu katakan pada diriku, aku berusaha sabar dan menerima karena mungkin itulah sisi negatifku saat ini walauoun yang aku rasa kata-katamu tidak semuanya benar adanya, tapi itu sebagai bahan introspeksiku. Sulit memang untuk menerima sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi, tapi apa mau dikata kecurigaanmu, kecemburuanmu memaksaku untuk menerima hujatan, tuduhan dan tudinganmu.
       Apapun anggapanmu tentang aku, aku tetaplah "aku" seorang yang selalu berusaha menutupi perasaanku pada orang lain, dia dan bahkan kamu seorang yang terdekat yang amat aku sayangi, tidak ada maksud apapun tapi hanya ingin mempertahankan sebuah hubungan yang telah terjerat tali janji semu yang belum jelas bisa atau tidaknya untuk bisa di realisasikan.
         Apapun yang kamu rasa aku mengerti, tetapi apakah kamu juga mengerti apa yang aku rasa saai ini, saat kamu menghujatku, menuduh apa yang bukan tindakanku, yang bukan perbuatanku, mengertilah itu aku lakukan karena aku memang seperti itu, aku seorang yang humoris suka tertawa. Tapi sunggu Apapun yang kamu lakukan padaku aku tetap sayang kamu, aku tetap cinta sama kamu.