14/04/13

Kehidupan


Seorang Mahasiswa sedang beristirahat siang di sebuah kantin. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya. ”Mas beli bunga Mas.” ”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar Mahasiswa itu tetap sibuk dengan laptopnya. ”Satu saja Mas, kan bunganya bisa untuk kekasih atau pacar Mas,” rayu si gadis kecil. Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si mahasiswa berkata, ”Adik kecil tidak melihat Mas sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Mas butuh Mas akan beli bunga dari kamu.” Mendengar ucapan si mahasiswa, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kantin itu.
Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si mahasiswa segera beranjak dari kantin itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Mas, sekarang beli bunga ini dong Mas, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si mahasiswa mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. ”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Mas tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si mahasiswa sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Mahasiswa itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Mas, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.” Mahasiswa itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si mahasiswa itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu. Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar